|
|
 |
 |
Wednesday, March 07, 2007
FINAL FANTASY VII: Synopsis

THE SYNOPSIS of Final Fantasy VII
A giant energy manufacturing company known as Shinra Inc. is harvesting the sheer life energy of the Planet as a simple fossil fuel. Processed and made into products known as Mako and Materia, these materials can work miracles, granting the wisdom of the Ancients to the user. However, this substance, like all other fuels, is finite in supply, and the Planet's lifeforce is being malevolently drained by the constant explotation of Mako by Shinra. Though aware of the harmful effects, they function without remorse.
However, the real battle lies not with a corporation, but a force much more competent from the distant past. A long-thought dead warrior bent on becoming more and more powerful, coupled with the Planet's drained energy, threatens the very existence of everything sacred.
Now a small rebel group eminating from the slums must quell the various dangers toward the innocent, and one mercenary for hire must look amidst the lies and deception and find the man he is within.
Info: FF Online
Posted at 3/7/2007 3:55:14 pm by The Ark
Permalink
FINAL FANTASY VII: Characters

Final Fantasy VII - The Characters
Final Fantasy VII features a diverse cast of characters, each with unique limit breaks and weapons. As your party progresses throughout the adventure, you will meet new characters who will join your effort to save the Planet.
Weapons Weapons aren't interchangeable, but specifically designed for each character. Weapons can be equipped with Materia to inflict elemental and status damage. Find final weapons in treasure chests throughout the world.
Limit Breaks Each character has a series of special attacks known as Limit Breaks, available when the character's ATB reaches its maximum. After learning all previous Limit Breaks, your character can learn a powerful final Limit Break via item.
Posted at 3/7/2007 4:03:00 pm by The Ark
Permalink
Final Fantasy VII: Cloud Strife

Final Fantasy VII:
Cloud Strife

|
Arrogant, cocky, and full of ambition, Cloud fights as a mercenary who later joins AVALANCHE in order to grab some quick cash. What seems like a simple bombing mission turns into a quest to seek the warrior he once stood beside. Throughout his adventure, Cloud is forced to take on the challenges of facing the identity of his own life as well as struggle to save the planet.
Cloud Strife's Limit Break

Braver
|
Level 1/1
|

| |
Cloud performs a leaping chop that slices his enemy down its center.
| |
Cross Slash
|
Level 1/2
|

| |
Cloud slashes at an enemy three times in different directions, causing heavy damage and sometimes paralysis.
| |
Blade Beam
|
Level 2/1
|

| |
Cloud sends a wave of blue energy at one of his opponents. This attack works well with a group of enemies because when it hits one of them, it diffuses and hits the remaining opponents.
| |
Climhazzard
|
Level 2/2
|

| |
Cloud shoves his sword into an enemy and then leaps high into the air, pulling his sword through them.
| |
Meteorain
|
Level 3/1
|

| |
Cloud jumps in the air and unleashes devestating meteors upon his foes.
| |
Finishing Touch
|
Level 3/2
|

| |
Cloud creates a huge tornado that either sucks all enemies up and kills them or slams them back onto the ground.
| |
Omnislash
|
Level 4
|

| |
Cloud launches himself into the group of enemies slashing targets at random for about 16 hits, each causing heavy damage to the targets.
To get Omnislash, go to the battle arena at the Gold Saucer and earn 64,000 battle points (Disc 1 only) or 32,000 battle points (Discs 2&3). Exchange them for the Omnislash. Cloud must have all previous Limit Breaks learned in order to learn Omnislash.
| |

|
Posted at 3/7/2007 4:16:29 pm by The Ark
Permalink
Saturday, March 17, 2007
Final Fantasy VII : EPILOGUE
EPILOG Final Fantasy VII Advent Children
Muncul di Chapter Reminiscence of Final Fantasy VII DVD edisi spesial.
Semua dialog ini terjadi sepanjang perjalanan Cloud di atas Fenrir menyusuri pemandangan alam yang indah seakan mencerminkan hari-hari Cloud yang sudah damai.
(Dering HP) (Suara mesin perekam) Yuffie: ”Huh, apa sih susahnya angkat telpon? Ya sudahlah, pokoknya begitu kamu dengar pesan ini, langsung ke tempat Barret ya!”
(Dering HP) Cloud: ” Hallo…” Cid: ” Nah, ini dijawab! Yuffie protes tuh, kamu nggak angkat telpon dia!” Cloud: ” Ya, aku sibuk tadi…” Cid: ”…Bohong. Ya sudahlah. Dia titip pesan kamu harus ke tempat Barret.” Cloud: ”Aku banyak urusan…” Cid: ”Turuti permintaan dia. Aku nggak mau terlibat nih!!”
(Dering HP) Cloud: “Hallo?” Vincent: “…Pesan dari Yuffie, pergi ke tempat Barret…” Cloud: “Ya, aku sedang ke sana…” Vincent: “…Terus sampaikan ke Yuffie…Jangan seenaknya menelpon aku…” Cloud: “…OK.”
(Fenrir terparkir di sisi jalan) Barret: “Yo! Sudah kutunggu dari tadi! Aku ada kerjaan buat kamu nih! Ini untuk Marlene, ini untuk Denzel. Dan ini untuk kamu dari Yuffie.” Cloud: “Hmm…” Barret: “Apa isinya? Huh…Surat tagihan dari Yuffie?” Cloud: “……”
(Sepertinya Cloud berhenti di sisi jalan. Fenrir tidak terlihat) (Dering HP) Cloud: “Ya, ini aku…Kerjaanku hanya tinggal mengantar barang ke Midgar…Ada kerjaan lagi?…Ah, tolong ditolak. Aku ingin libur besok…Uhm, Tifa…Besok toko bisa tutup, tidak?…OK, tolong sampaikan juga ke Denzel dan Marlene…OK, sampai nanti” (Klik)
From: Hotgame Edisi 155
The Ark says: Cloud super sibuk dengan kerjaannya sebagai pengantar barang yah…Iyalah…sapa juga yg gak mau pake service dari cowo sekeren Cloud, ya gak?! ^.^ Gw paling suka reaksi Vincent. Huehuehue…suatu kemajuan ternyata dia udah punya HP!! ^o^ Omong2…Tagihan dari Yuffie?? Ckckck…oantes aja Yuffie nelponnya kekeuh bgt, ternyata mau nagih toh hehehehe…btw, si Yuffie kerja apaan yah?
Posted at 3/17/2007 2:30:21 pm by The Ark
Permalink
Final Fantasy Advent Children: One Winged Angel
Lirik Asli: Tetsuya Nomura Penerjemah Latin: Taro Yamashita
Noli manere, manare in memoria (2x) Sephiroth, Sephiroth Saevam iram, iram et dolorem (2x) Sephiroth, Sephiroth Ferrum terribile, ferum fatum Noli manare, manere in memoria (2x) Sephiroth, Sephiroth
Veni, mi fili. Veni, mi fili Hic veni, da mihi mortem iterum Veni, mi fili. Veni, mi fili Hic veni, da mihi…
Noli manere in memoria Saevam iram et dolorem Ferum terribile fatum Ille iterum veniet
Mi fili, veni, veni, veni, mi fili (4x)
Mi fili, veni, veni, veni, mi fili (Qui mortem invitavis) Mi fili, veni, veni, veni, mi fili (Poena funesta natus) Mi fili, veni, veni, veni, mi fili (Noli nomen vocare) Mi fili, veni, veni, veni, mi fili (Ille iterum veniet)
Sephiroth, Sephiroth, Sephiroth
Terjemahan bebas:
Takkan diam, takkan diam dalam kenangan (2x) Sephiroth, Sephiroth Kemarahan yang bergelora, kemarahan dan kesengsaraan (2x) Sephiroth, Sephiroth Teror yang mengerikan, takdir yang mengerikan Takkan diam, takkan diam dalam kenangan (2x) Sephiroth, Sephiroth
Datang, putraku. Datang, putraku Datang, beri aku kematian sekali lagi Datang, putraku. Datang, putraku Datang, beri aku…
Takkan diam dalam kenangan Kemarahan dan kesengsaraan yang bergelora Teror takdir yang mengerikan Kebangkitan kedua
Putraku, datang, datang, datang, putraku (4x)
Putraku, datang, datang, datang, putraku (Dengan undangan kematian) Putraku, datang, datang, datang, putraku (Kelahiran yang ternoda kelahiran) Putraku, datang, datang, datang, putraku (Takkan kusebut namamu) Putraku, datang, datang, datang, putraku (Kebangkitan kedua)
Sephiroth, Sephiroth, Sephiroth
From: Hotgame Edisi 155
Posted at 3/17/2007 2:35:00 pm by The Ark
Permalink
CLOUD STRIFE

Main Character dalam Final Fantasy VII orisinil ini merupakan individu yang kompleks. Cloud dibesarkan di Nibelheim tanpa ayah kandungnya yang meninggal saat ia masih kecil. Cloud kecil dibesarkan hanya oleh ibunya. Masa kecil Cloud sepertinya tidak terlalu menyenangkan karena ia tidak memiliki teman. Pada masa inilah, ia jatuh cinta pada Tifa, anak perempuan yang diidolakan di kota Nibelheim. Cloud tidak pernah bermain dengan anak-anak lain seusianya. Ia hanya bisa memandang ke arah kamar Tifa dari luar. Hal ini dikarenakan tidak pernah ada yang mengajaknya bermain. Mereka hanya mengenal Cloud sebagai anak pendiam yang tinggal di sebelah rumah Tifa. Tifa sendiri mengakui bahwa ia tidak mengenal Cloud terlalu baik di masa kecil mereka. Karena Cloud tidak pernah tahu bagaimana cara berhubungan dengan orang lain ditambah dengan perasaan bersalahnya karena gagal menolong Tifa yang saat itu terjatuh di Nibel Mountain, mungkin tidak mengherankan kalau Cloud menjadi sedemikian anti-sosial pada awalnya. Cloud mulai mudah terlibat perkelahian dengan anak-anak lain dan selalu ingin menjadi lebih kuat. Untungnya, Cloud masih berusaha berbicara jujur pada Tifa satu kali sebelum akhirnya meninggalkan Nibelheim dan menuju ke kota Midgar. Cloud bertemu dengan seorang 1st Rank SOLDIER bernama Zack di Midgar. Walaupun status mereka berbeda (Cloud hanya berhasil menjadi prajurit biasa) sepertinya persahabatan keduanya terjalin cukup erat. Bisa dikatakan Zack merupakan sahabat pertama bagi Cloud. Saat Zack tewas terbunuh, Cloud (ditengah kebingungannya karena baru tersadar) akhirnya memungut pedang milik Zack dan menjadikan identitas Zack sebagai identitasnya. Ia meninggalkan sifat Cloud yang lama dan membentuk Cloud yang baru. Cloud yang merupakan 1st Rank SOLDIER. Sifatnya berubah menjadi ketus, dingin dan hanya memikirkan soal uang. Ia juga selalu bersikap tidak peduli dengan sekitarnya (“It’s not my problem…” kata-kata yang paling sering dia ucapkan di awal game). Pada masa ini sepertinya hanya Tifa dan Aeris yang bisa menegurnya. Cloud juga pandai menipu dirinya sendiri. Karena dalam dirinya terdapat sel Jenova, sebetulnya dia terpanggil untuk menghadiri Reunion. Namun ia membela diri dengan selalu mengatakan bahwa ia hanya mengejar Sephiroth dan tidak tahu apa-apa mengenai Reunion. Sepertinya Cloud menikmati perannya sebagai 1st Rank SOLDIER sehingga ia bersikeras bersikap sepertinya (mungkin sifat Zack seperti ini…) Namun di balik semua sifat itu, Cloud sebetulnya sangat menjaga teman-temannya. Mungkin karena dia tidak memiliki sahabat di masa kecilnya sehingga persahabatan menjadi salah satu hal yang sangat diharapkannya. Karena itu, ia merasa lega ketika semua teammates-nya kembali ke Highwind untuk melawan Sephiroth (akhir Disc 2). Sayangnya (atau bagusnya? Tergantung dari sisi mana melihatnya), Cloud itu agak-agak lambat kalau soal perempuan dan cinta. Memang ia mencintai Tifa, tapi sepertinya dia agak kurang cepat menyadari perasaan Aeris terhadapnya. Cloud akhirnya diombang-ambingkan antara perasaannya terhadap Tifa dan Aeris, apalagi setelah gagal melindungi Aeris. Cloud melihat kematian 3 orang terdekatnya, yaitu ibunya, Zack dan Aeris. Pada setiap peristiwa, Cloud sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa. Dia baru tersadar setelah semuanya terjadi. Hal ini menyebabkan Cloud merasa bersalah dan sering merasa bahwa ia tidak dapat menolong siapa pun. Walaupun demikian, Cloud bukan tipe yang langsung menyerah begitu saja dan melempar tanggung jawabnya. Saat ia ditemukan kembali di Mideel, Cloud dengan gagah mengakui bahwa ialah penyebab jatuhnya Black Materia ke tangan Sephiroth dan ia bertanggung jawab untuk menghentikannya. Secara terbuka dan rendah hati, ia juga meminta kesediaan teman-temannya untuk membantunya. Tampaknya pertualangan Cloud bersama AVALANCE telah membuatnya semakin dewasa, semakin sosial.
Information from: FFW Volume 3
Posted at 3/17/2007 2:37:40 pm by The Ark
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|